Kisah Inspirasi,Bangsa Penyayang Kucing

Setiap hari, saya mengantar Fatih ke Sekolah, jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumah.  Kadang setelah melepas Fatih di pintu gerbang sekolahnya, saya jalan santai dengan adiknya yang berusia 2 tahun, menyusuri jalan kecil di area tempat kami tinggal dengan mengambil jalan yang berbeda untuk pulang kembali ke rumah.

Lalu, Tidak sengaja bertemu gerombolan kucing liar yang sedang antri menunggu makanan, Kucing-kucing menunggu dengan sabar,   Untuk ukuran kucing jalanan, kucing-kucing ini sangat gemuk dan terurus dengan baik, kurang lebih saya hitung ada sekitar 18 ekor kucing yang berkumpul di jalan, di depan sebuah apartemen sederhana yang lokasinya tidak begitu jauh dari sekolah fatih.

Alya, anak saya yang ke-dua,  tentu saja senang melihat kumpulan kucing kucing ini, dia langsung berlari menghampiri gerombolan kucing ini, tidak lupa dia meminta potongan roti simit yang sebelumnya kami beli di cafe kecil sebelum berangkat menuju sekolah. Dengan penuh antusias Alya, memberi kucing potongan roti simitnya.

Saya jadi penasaran, siapa ‘malaikat’ yang begitu tulus merawat kucing kucing jalanan ini dengan baik, kucing terurus, bulut lebat nan halus  layaknya kucing rumahan yang terawat dengan baik. Saya yang awalnya kurang begitu suka dengan hewan berbulu ini, bisa begitu jatuh hati melihat segala kelucuannya, Kucing di İstanbul maupun di kota kota lain di tanah Turki ini. Kenapa mereka (kucing) begitu lucu? Mungkin bagi yang pernah singgah dan liburan di İstanbul, sudah tidak heran melihat kucing jalanan di kota İstanbul lucu dan gemuk gemuk.

Malaikat kucing itu bernama Meryem

Namanya Meryem, sosok wanita paruh baya penyayang kucing, Apartemen sederhana yang selalu dijadikan tempat kucing-kucing berkumpul adalah rumahnya, Setiap hari dia memberi makan kucing jalanan di depan rumah, kebiasaannya sudah dia lakukan sejak lama.  Makanan yang dia berikan adalah makanan kucing terbaik, sesekali dia berikan salami*sejenis sosis*,  Air minum yang dia berikan adalah air bersih, Air galon berukuran 5 liter yang dia beli di Minimarket.

Saya tidak sengaja bertemu beliau kembali selang beberapa hari setelah tidak sengaja melihat aktifitas memberi makan kucing- kucing di depan rumahnya yang saya lewati bersama Alya.  Waktu itu Cuaca dingin dan hujan di pagi hari, sepulang mengantar Fatih sekolah. Bertemu kembali dengan Meryem abla, dia sedang menyelamatkan anak kucing di pinggir jalan raya, memeluknya dan memberi kehangatan anak kucing di balik jaketnya, Menunggu seorang temannya kemudian dia berlalu membawa anak kucing dan induknya, Meryem abla sempat bilang, kalau dia akan membawa kucing itu kerumahnya untuk diberi perawatan sampai pulih, karena induk kucingnya terlihat sakit. Sambil menarik kereta belanjaannya berwarna magenta, Meryem abla buru-buru meninggalkan saya untuk menuju rumahnya, Keranjang belanjanya berisi makanan untuk kucing maupun anjing jalanan yang dia temui.

Sosok Meryem hanya salah satu dari jutaan Orang Turki yang  menyayangi hewan hewan ini, Tidak hanya warganya, Pemerintah pun memperhatikan hewan hewan liar dengan baik. Fasilitas untuk hewan disediakan belediye, Seperti  di daerah belediye saya tinggal, menemukan tempat untuk makanan hewan seperti gambar dibawah ini adalah hal biasa, Pemerintah memfasilitasi warganya jika ingin berbagi untuk makanan hewan, disediakan tempat mirip ATM untuk menampung makanan untuk hewan liar di  jalanan. Tidak lupa membangunkan rumah rumah untuk kucing di pinggir sahıl (daerah pinggir laut) karena banyak sekali kucing berkeliaran di area sahıl.

Rumah kucing. Fasilitas yang dibangun pemerintah pendik istanbul untuk hewan liar

Turki negara ramah kucing

Bertemu sosok Meryem Abla yang selalu berbagi dengan kucing liar, mengajarkan saya banyak hal, menyayangi makhluk hidup ciptaan Tuhan di porsi yang sama, Sedekah tidak harus berupa materi, berbagi kebaikan kepada sesama makluk.

Menyayangi kucing juga mengajarkan empati. Saya belajar banyak di tanah Turki, Ketika mereka bisa  bahu membahu menebar kebaikan antar sesama, rela melawan cuaca dingin di perbukitan ketika musim salju hanya untuk memberi makan burung burung liar di atas bukit, mengumpulkan makanan untuk hewan liar. Melihat sosok sosok tulus penolong hewan, hanya untuk menolong kucing yang terperangkap diketinggian, Tim mobil kebakaran datang lengkap menolong kucing maupun anjing, hanya untuk menolong kuda yang terjatuhdi air, alat berat didatangkan.

Hanya di Turki bisa melihat sosok kucing dengan santainya tiduran di panggung catwalk peragaan busana tanpa di usir, tiduran di masjid bermain bersama para jamaah di masjid, kucing  maupun anjing numpang berteduh di dalam toko ketika musim dingin, Kemarin saya juga baru melihat dengan santainya seekor anjing tiduran di depan ruang tunggu kereta cepat di Merkez pendik, tanpa ada yang mengusik, padahal itu jalan masuk. Santai, tanpa harus dengar hardikan atau siraman air. Bahagianya mereka hidup di tanah Turki ini.

Mencintai hewan kesayangan Rosululloh

Kucing dalam İslam juga memiliki tempat tersendiri, Nabi Muhammad SAW di kenal sebagai penyayang kucing, Kucing Beliau bernama Muezza. Lalu İstri Rosululloh, Aisyah .R.A juga dikenal sangat menyayangi kucing, Seorang ahli hadist Abdurahman bin sakhr Al azdi dikenal dengan nama Abu hurairah ( Bapak para kucing jantan)**

Hukum menyakiti kucing pun sangat serius, ada hadist yang menguatkannya:

Dari Umar RA Rosululloh bersabda: Seorang wanita dimasukkan ke neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang binatang kecil yang ada di lantai (HR. Bukhari)

Bahkan ada keyakinan tersendiri di kalangan orang-orang Turki, Jika ada seorang Muslim yang menyakiti sampai membunuh kucing, maka dia harus membangun masjid agar dapat ampunan Allah SWT.

Salah satu daerah  di Turki memiliki taman khusus kucing, seperti di daerah Mersin, Ras kucing dari Turki juga sangat populer: Kucing angora salah satunya, Menurut catatan wikipedia: Ras kucing lokal angora salah satu Ras kucing tertua di dunia, Kucing Angora berasal dari Ankara, İbu kota negara Turki. Angora= kucing Ankara.

Saya tidak memelihara kucing, tapi ibu mertua saya kebetulan tinggal di salah satu kota dekat Ankara, memiliki kucing peliharaan di bahce nya, Mungkin bukan jenis Angora, hanya kucing kampung biasa.

İstanbul  dan Turki umumnya adalah Tempat yang sangat ramah dengan kucing, datang ke İstanbul menjadi daya tarik tersendiri, bermain dengan  kucing liar yang menyebar di berbagai sudut kota, dan uniknya mereka (kucing-kucing) cukup fotogenic, apalagi jika hobby memotret, objek Kucing dengan latar belakang selat bhosporus dan senja yang cantik  hmm bisa dibayangkan.

Melihat kucing bersantai di pinggiran laut tidak peduli orang berlalu lalang, pemandangan biasa di İstanbul, ada kamera, mereka pun siap berpose cantik dan menebar kode: miawww…jangan lupa upload di instagram ya…ceritakan tentang saya: kucing İstanbul, Kucing Turki, Salam untuk saudara-saudara perkucingan di İndonesia, semoga semakin banyak sosok meryem abla disana, agar kita hidup bahagia berdampingan dengan manusia. Jangan takut menebar kebaikan, membantu hewan hewan liar, Allah  maha Melihat.

Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki (jantung) yang basah (hidup) akan mendapatkan pahala kebaşkan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbu-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia atau binatang, maka baginya sebagai sedekah” ( HR Bukhori-Muslim

CREDIT TO KELUARGA PANDA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *